Wina Februarita


Membuat Efek dengan Photoshop CS2

Saat ini perkembangan disain grafis sangatlah pesat, seiring dengan lajunya pertumbuhan teknologi yang semakin canggih. Pembuatan suatu disain akan membutuhkan banyak software atau program. Adobe Photoshop salah satunya.

Program Adobe Photoshop merupakan salah satu program penyunting gambar yang luas penggunaannya. Saat ini programnya sudah mencapai versi 9, yaitu CS2.

Buku ini membahas konsep dan penerapan Adobe Photoshop CS2 secara sistematis. Secara garis besar, buku ini memuat dua konsep. Yakni konsep dasar Adobe Photoshop dan penerapannya dalam sebuah disain. Dalam hal konsep, Adobe Photoshop tidak mengalami banyak perubahan mulai dari versi lama sampai pada versi sekarang (Photoshop CS2).

Pembahasan dalam buku ini lebih fokus pada langkah-langkah membuat effect, baik untuk teks, background, maupun foto. Tak lupa pula penulis menyertakan gambar-gambar dalam setiap tahapan agar pembaca lebih mudah memahami isinya. Lebih lanjut, pembaca pun dapat mengembangkan contoh penerapan sesuai dengan kebutuhannya.

Buku ini hanya terdiri dari empat bab karena penulis memang langsung menuju ke pokok permasalahan (dalam studi kasus) dengan memberikan contoh-contoh tahap demi tahap, lengkap dengan gambar-gambarnya. Sasaran utama buku ini adalah para disainer, guru, mahasiswa, pelajar dan mereka yang hobi atau menekuni disain grafis.

Celah yang terdapat dalam Flash Player versi 8.0.22 dan versi sebelumnya, serta Breeze Meeting Add-in versi 5.0 dan sebelumnya menyebabkan black hacker dapat mengambil alih sistem komputer anda.

Adobe System: Celah Flash Player Sudah Diperbaiki

Tetapi tenang, untuk mengatasi hal ini Adobe System telah mengeluarkan patch untuk celah tersebut. Karena Adobe menilainya sebagai celah "critical", mereka menyarankan agar patch ini segera di-download oleh para penggunanya.

Software Flash Player digunakan untuk menampilkan animasi flash dalam sebuah situs. Sedangkan Breeze Meeting milik Macromedia, merupakan sebuah perangkat Web conferencing yang menggunakan Flash Player.

Lalu bagaimana black hacker memanfaatkan celah tersebut? Pengguna yang tidak sadar telah me-load format .SWF dengan tambahan kode jahat pada Flash Player, menyebabkan intruder dapat mengeksekusi kode tersebut dalam sebuah sistem, misalnya melalui browser web, e-mail atau aplikasi lain. Demikian diktuip detikINET dari Tech Republic Rabu (15/3/2006).
(oyd)

Ubuntu Dianugerahi 'Linux distribution of the year'

Ubuntu yang namanya diadaptasi dari bahasa Afrika Selatan tersebut, berhasil mendapat anugerah sebagai "Linux distribution of the year" dari Linuxquestions.org berdasar hasil pilihan pembaca.Dari 2504 jumlah peserta voting, 488 peserta justru memilih Linux Ubuntu dengan persentase 19,05 persen. Kemudian diikuti Slackware dengan 477 pemilih, Suse dengan 330 pemilih serta Debian dengan 265 pemilih.Jika Beberapa tahun lalu Red Hat berhasil merajai pemilihan tersebut, tetapi kali ini Red Hat Enterprise Linux justru hanya berhasil mendapat 34 pemilih dengan persentase 1,36 persen. Sedangkan Fedora hanya mendapat 235 pemilih dengan persentase 9,38 persen. Urutan terendah ditempati Linux Novell dengan 6 pemilih.Meskipun masih berusia balita yaitu kurang dari dua tahun, tetapi Ubuntu berhasil menggaet hati pasar. November 2005 lalu, Ubuntu Linux 5.10 berhasil mendapatkan anugerah "Best Debian Derivative Distribution" pada Linux World Expo di Jerman.

Sandi 'Enigma' Akhirnya Terpecahkan

Sandi Enigma yang membuat pusing kriptograper terbaik Sekutu dalam Perang Dunia II, kini terpecahkan oleh kriptografer amatir.Kode rahasia milik Nazi tersebut terdiri dari tiga sandi yang dienkripsi pada tahun 1942, dan belum pernah terpecahkan. Kala itu, proses enkripsinya dilakukan dengan mesin terbaru buatan Jerman yang sangat kondang, Enigma. Sandi-sandi tersebut menyimpan rencana serangan Nazi ke armada laut Sekutu di lautan Atlantik.Beberapa waktu lalu, salah satu sandi Enigma terpecahkan oleh pria kelahiran Jerman, Stefan Krah yang juga seorang pemain biola dan kriptografer amatir. Melalui M4 Project, sandi tersebut terpecahkan dengan bantuan sejumlah partisipan. Proyek tersebut dinamai sesuai dengan nama mesin Enigma yang menelorkan sandi tersebut.Untuk memecahkan sandi misterius itu, Krah membuat program pemecah sandi dan memanfaatkan internet untuk menginformasikan proyeknya dan meminta bantuan.Yang dibutuhkan Krah bukanlah tim penolong yang super pintar, tapi yang membantunya menambah kemampuan komputer. Program buatan Krah membutuhkan sejumlah komputer tangguh yang saling terhubung, untuk memecahkan formula matematis pengurai sandi.Secara tak terduga, proyek Krah disambut antusias. Krah menyatakan takjub dengan bantuan yang berdatangan, yang bertambah secara eksponensial. M4 ProjectProyek tersebut dimulai 9 Januari 2006. Saat itu, Krah hanya seorang diri. Tapi setelah pengumumannya di internet, sekitar lima orang menyatakan mau berpartisipasi.Rencana Krah lalu didukung 2.500 komputer yang saling terhubung, demi memecahkan 150 permutasi di balik masing-masing huruf penyusun sandi.Akhirnya, Krah berhasil memecahkan sandi pada 20 Februari, ketika 196 huruf berhasil terbaca menjadi pesan yang dimengerti.

Bukan Hanya Ponsel, Laptop Juga Ganggu Penerbangan

Studi menemukan penggunaan barang-barang elektronik jenis laptop dan gadget lain pada saat penerbangan juga bisa membahayakan keselamatan. Nah lho!

Ternyata tak hanya sinyal dari ponsel saja yang bisa mengganggu sistem navigasi pesawat. Sebuah studi oleh Universitas Carnegie Mellon di Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa penggunaan gadget jenis laptop dan penggunaan perangkat bermain game juga bisa mengganggu sistem navigasi pesawat terbang.

Penelitian ini dijalani dengan melakukan berbagai perjalanan pada maskapai komersial lintas AS dan memonitor emisi gelombang radio dari para penumpang yang menggunakan ponsel atau alat elektronik lain di atas pesawat.

"Kami menemukan bahwa resiko yang diakibatkan dari alat-alat ini (laptop dan perangkat bermain game-red) lebih tinggi dari yang pernah diperkirakan sebelumnya," Bill Strauss, seorang ahli aircraft electromagnetic yang juga merupakan lulusan universitas ini menjelaskan. Demikian dikutip detikINET dari harian Sydney Morning Herald, Jumat (03/03/2006).

"Perangkat ini bisa mengganggu operasi instrumen di dalam kokpit, khususnya penerima sinyal Global Positioning System (GPS), yang sangat vital kaitannya dengan pendaratan yang aman," imbuhnya. Penggunaan ponsel pada saat berada dalam pesawat terbang memang sudah dilarang keras oleh berbagai maskapai di seluruh dunia. Namun, penggunaan alat elektronik lainnya masih diperbolehkan.

Belum ada kasus kecelakaan yang terkait dengan penggunaan kedua alat tersebut. Hasil studi ini ditujukan agar para penumpang dan kebijakan maskapai juga lebih berhati-hati demi keselamatan bersama. "Kami harap penggunaan perangkat portabel dan elektronik harus dibatasi penggunaannya, untuk keamanan dan keselamatan," Granger Morgan, kepala departemen teknik dan public policy pada universitas Carnegie Mellon menghimbau. (amz/wsh)
(wsh)




Google Docs & Spreadsheets -- Web word processing and spreadsheets. Edit this page (if you have permission) | Report spam